Dirut KAI: Istri Almarhum Mustofa Bakal Jadi Karyawan KAI

Dirut KAI: Istri Almarhum Mustofa Bakal Jadi Karyawan KAI
 Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro (Istimewa)
 08 April 2018 07:37:04 wib
Share :

Kabar7, Madiun - Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro menyatakan bahwa istri dari Mustofa, masinis Kereta Api (KA) Sancaka yang mengalami tabrakan dengan truk di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, akan diangkat menjadi karyawan PT KAI.

"Saya dan direksi sudah memutuskan agar istrinya diproses menjadi pegawai kereta api langsung. Dengan demikian, hubungan PT KAI dengan keluarga Mustofa ini tidak terputus," ujarnya, seusai memimpin pemakaman masinis Mustofa di Madiun, Sabtu kemarin (7/4/2018).

Keputusan untuk mengangkat sang istri Mustofa menjadi karyawan PT KAI tersebut, menurut dia, berdasarkan jasa almarhum Mustofa kepada PT KAI karena gugur saat bertugas. Tidak hanya itu, ia pun mengemukakan, nama Mustofa juga akan dikenang dengan membuat semacam prasasti di Stasiun Madiun, sehingga sosoknya dapat menjadi teladan.

"Mustofa sudah kami anggap sebagai pahlawan di kalangan keluarga besar kereta api. Kami nanti akan membuat semacam prasasti yang akan diletakan di Stasiun Madiun. Di situ nanti akan ditulis nama saudara Mustofa yang telah gugur saat bertugas pada hari sekian," katanya.

Sementara, pihak keluarga korban sangat berterima kasih kepada PT KAI yang telah memberikan perhatian besar. Meski kehilangan Mustofa, pihak keluarga telah ikhlas atas musibah yang telah terjadi.

"Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih. Terlebih atas keputusan pembuatan prasasti bagi Mustofa dan pengangkatan sang istri menjadi pegawai KAI," kata ayah almarhum Mustofa, Sadino. Dian Kartika Sari Utami, sang istri Mustofa, pernah bekerja di PT KAI sebagai pramugari. Setelah menikah dengan Mustofa, ia mengundurkan diri dari PT KAI karena memilih menjadi ibu rumah tangga.

KA Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya yang dimasinisi Mustofa mengalami kecelakaan dengan truk trailer pengangkut beton bantalan rel di perlintasan liar di km 215+8 Jumat malam sekitar pukul 18.25 WIB yang berakibat lokomotif dan tiga kereta di belakangnya anjlok. Lokasi kejadian berada di antara Stasiun Kedungbanteng-Walikukun wilayah Mantingan, Kabupaten Ngawi.

Kecelakaan itu juga merusakkan mobil Avanza yang parkir di sekitarnya. Kecelakaan tersebut mengakibatkan Mustofa, masinis KA meninggal di lokasi kejadian dan asisten masinis, Hendra Wahyudi, mengalami luka berat. Hingga Sabtu malam, PT KAI masih berupaya memulihkan jalur yang lumpuh.

(antara)


Berita Terkait