Dilarang Mainkan Isu SARA Dalam Pilkada Serentak 2018

Dilarang Mainkan Isu SARA Dalam Pilkada Serentak 2018
 Ketua Umum MUI Maruf Amin (istimewa)
 22 Desember 2017 16:53:44 wib
Share :

Kabar, Jakarta - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin, mengimbau semua pihak tidak memainkan isu SARA dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018.

Himbauan disampaikan agar pesta demokrasi yang akan digelar di 171 daerah itu, dapat berjalan kondusif sehingga pemimpin yang dihasilkan adalah yang terbaik untuk rakyat di masing-masing daerah.

Tak hanya isu SARA, Ma'ruf Amin juga menghimbau untuk tidak mencederai pesta demokrasi ini dengan tindakan yang curang, seperi politik uang atau menjelek-jelekan satu sama lain. Ma'ruf Amin berharap umat Islam bisa selalu mengkedepankan ahlak yang mulia selama pelaksanaan pilkada serentak 2018.

"Menghina calon lain tidak boleh, tapi kalau dia mengajak, mari ikut memilih calon saya, saya memilih sesama muslim, boleh, sesama orang kampung boleh, sesama sahabat boleh, tapi jangan jadi isu kemudian menghinakan," ujarnya kepada wartawan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017).

Ma'ruf Amin justru mengingatkan agar semua pihak, baik relawan atau tim sukses, dapat mengkampanyekan calon kepala daerah yang didukung dengan cara-cara positif.

"Di jual saja calonnya, jual saja dengan cara yang baik, santun, tidak kegaduhan" ujar Ma'ruf Amin, dilansir dari Tribunnews.

Ketua Umum MUI mengaku percaya, ada kelompok tertentu yang berniat menggunakan isu SARA di pelaksanaan pilkada serentak 2018 ini.

Ma'ruf Amin berharap agar hal itu tidak terjadi, dan mengimbau kepada semua pihak untuk menghindari isu tersebut, karena hanya akan memecah belah persatuan bangsa.

(**)