Diancam Pemilik Kedai, Wartawan Lapor Polisi

Diancam Pemilik Kedai, Wartawan Lapor Polisi
 (Dok. Kabar7)
 11 April 2018 11:45:40 wib
Share :

Kabar7, Depok - Dirazianya ruko mandiri di Jalan Raya Bogor KM 36 Nomor 9 oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok beberapa waktu lalu akhirnya "berbuntut" panjang. Pasalnya, pemilik Kedai Aceh Fasofah diduga melecehkan profesi wartawan dan mengancam nyawa wartawan, hal tersebut dinyatakan wartawan Suara Depok kepada polisi sebagai awal membuat laporan.

Menurut wartawan senior di Kota Depok ini, pernyataan dari pemilik Kedai Aceh Fasofa dianggap tidak pantas karena dianggap memperkeruh suasana.

"Kau Batak, aku Aceh! Hilang kau nanti, kata-kata Batak, dan hilang ini yang saya laporkan," kata Merlin Sinaga, menirukan si pemilik kedai tersebut, di Polresta Depok, Jawa Barat, Selasa malam (10/4/2018).

Dia menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah mempertanyakan masalah perizinan bangunan, namun izin terkait tempat karaoke menjadi hal yang perlu ditindak lanjuti oleh pihak-pihak berwenang.

"Sebenarnya simple, kalau mereka punya izin tunjukan saja. Karena Satpol PP razia itu pasti ada surat tugas dan pada saat itu razia gabungan dengan TNI, Polri. Jadi, bukan razia 'settingan' seperti diungkapkan pemilik Kedai Aceh Fasofa," jelasnya.

Secara resmi Merlin Sinaga telah melaporkan Sarifudin Zakaria ke Polresta Depok, dengan dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan sesuai Pasal 335 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan nomor laporan polisi: LP/966/K/IV/2018/PMJ/Resta Depok.

Sebelumnya, Satpol PP Kota Depok, TNI dan Polri mendatangi ruko mandiri empat lantai di Jalan Raya Bogor KM 36 No.9 dalam rangka razia gabungan, Jumat malam (6/4).

Saat itu, tim menelusuri bangunan empat lantai tersebut terdiri dari restaurant di lantai dasar atau Lt.1. Kemudian, Lt.2 terdapat tempat penggadaian, untuk di Lt.3 terdapat tempat istirahat atau kamar dan untuk di Lt.4 terdapat tempat hiburan semacam karaoke.

"Di sana kita bisa pertanyakan untuk apa ada kamar? Katanya untuk bos, kok kita boleh masuk? Dan untuk tempat karaoke, yang katanya tempat pribadi, kenapa kita juga bisa masuk? Untuk satu jam pertama Rp50 ribu plus bonus coca-cola," ungkapnya.

(deva)