Dewan Adat Raja Ampat Ikut Atur Pelestarian Alam Setempat

Dewan Adat Raja Ampat Ikut Atur Pelestarian Alam Setempat
 (istimewa)
 11 September 2017 09:54:51 wib
Share :

Kabar7, Sorong - Untuk melindungi ekosistem laut dan menjaga kelestarian hutan di Raja Ampat, Dewan Ada Suku Maya di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, segera membuat peraturan adat.

Aturan tersebut akan disusun dalam musyawarah adat yang akan diselenggarakan pekan depan. Peraturan ini kemudian disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Dikatakan Ketua Dewan Adat Suku Maya Raja Ampat Kristian Thebu, peraturan tersebut antara lain melarang perusakan terumbu karang, hingga penangkapan ikan secara ilegal.

Selain itu, peratutan juga mengatur larangan bagi warga, lembaga atau instansi pemerintah maupun swasta menebang kayu dan membawa keluar dari hutan Raja Ampat.

"Intinya peraturan adat ini untuk melestarikan Raja Ampat karena meskipun sudah ada peraturan yang dibuat pemerintah, tetapi selama ini banyak masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas tidak menjaga kelestarian alam, terutama terumbu karang," kata Kristian di Sorong, Senin (11/9/2017).

Menjaga dan melestarikan keindahan alam Raja Ampat merupakan tanggung jawab bersama termasuk dewan adat. Wisatawan, domestik maupun asing, juga komponen yang harus ikut bertanggungjawab atas kelestarian alam. Untuk itu meraka harus diajari bagaimana menjaga keindahan alam.

"Wisatawan baik warga Indonesia maupun warga asing yang masuk ke Raja Ampat harus diajari menjaga keindahan alam terutama terumbu karang agar pariwisata daerah itu berkelanjutan," pungkasnya dikutip dari Antaranews.

(**)