Dari Jakarta, Rudiantara Ajak VC AS Berinvestasi di Indonesia

Dari Jakarta, Rudiantara Ajak VC AS Berinvestasi di Indonesia
 (*)
 06 Oktober 2017 10:14:05 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengajak Venture Capitalist (VC) di Silicon Valley, Amerika Serikat, untuk berinvestasi di Indonesia.

Uniknya, ajakan ini disampaikan melalui video conference dari Jakarta, karena Rudiantara tak dapat melakukan kunjungan kesana. Tapi tetap ada perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang hadir disana.

Rudiantara mengatakan, kominfo menargetkan adanya lima perusahaan rintisan atau start up yang masuk dalam katagori unicorn. Targetnya ini diharapkan tercapai pada 2019.

Untuk diketahui perusahaan rintisan yang masuk dalam katagori unicorn ialah perusahaan yang pada akhirnya memiliki valuasi lebih dari USD 1 miliar. Di Indonesia sendiri, baru dua yang tercatat sebagai strat up unicorn, yakni Go-Jek dan Tokopedia. Untuk itu perlu tiga perusahaan lagi agar target Rudiantara tercapai.

"Target kami saat ini ingin memiliki lima Unicorn hingga 2019, dan kami mengharapkan dua Unicorn akan datang melengkapi 3 Unicorn yg sudah ada di Indonesia," ujar Rudiantara saat video conference dengan para VC Amerika Serikat, di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Menkominfo menyampaikan, Indonesia saat ini menjadi pengemudi dan core-nya ASEAN. Dengan pertumbuhan ekonomi dan kondisi kestabilan yang baik, Indonesia merupakan masa depan investasi dunia.

Ia mengisahkan kepada VC AS itu gimana dua tahun lalu saat dia berkunjung bersama Presiden Joko Widodo ke San Francisco, Indonesia belum punya perusahaan rintisan unicorn.

"Namun sekarang sudah ada setidaknya 2 unicorn dan beberapa menuju unicorn," tambahnya, dikutip dari Detik.

Sementara, dengan pemaparannya tersebut, Rudiantara berharap VC AS tertarik untuk berinvestasi ke Indonesia. Bahkan mereka juga diminta untuk mengajak rekan-rekannya agar ikut berinvestasi.

"Saya berharap Anda dapat memberikan kabar baik tentang Indonesia kepada rekan-rekan Anda yang lain agar mereka bisa berinvestasi di negara kami ini. Hal ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi startup di Indonesia. Pemerintah Indonesia menindaklanjuti e-Commerce dan digital ekonomi dengan serius," tuturnya.

(**)