Dari 2016 Sampai Awal 2017, Terjadi 47 Kasus Persekusi

Dari 2016 Sampai Awal 2017, Terjadi 47 Kasus Persekusi
 (**)
 17 Oktober 2017 15:08:12 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan kasus persekusi yang dipicu akibat aktivitas di media sosial banyak sekali terjadi pada tahun 2016 hingga awal tahun 2017.

Bareskrim Polri mencatat pada waktu tersebut telah terjadi tindakan persekusi sebanyak 47 kasus. Persekusi meningkat saat momen pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

"Dalam proses Pilkada DKI, kita mengenal adanya persekusi. Orang-orang yang dianggap melanggar hak orang lain diperksekusikan dan lalu kemudian dilakukan tindakan-tindakan tidak mengenakkan," kata Fadil dalam seminar bertajuk 'Bahaya Hoax Melalui Media Sosial sebagai Ancaman Disintegrasi Bangsa' di auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Kasus persekusi muncul akibat penyalahgunaan media sosial. Diketahui, media sosial di Indonesia memiliki pengaruh dalam kehidupan masyarakat. Seharua media sosial dipergunakan untuk hal yang memberi manfaat.

"Namun seiring dengan perkembangan di Indonesia saat ini, media sosial banyak digunakan untuk hal-hal yang negatif yang mengarah pada disintegrasi," ujar Fadil, dilansir dari Detik.

Fadil mencontohkan kasus penganiayaan Brigadir Hanafi oleh kelompok pendukung klub sepak bola Persija, yakni The Jakmania. Kasus tersebut berawal dari provokasi di media sosial.

"Kasus-kasus yang berawal dari provokasi di media sosial, contoh sederhana misalnya kasus Jakmania menyerang polisi di GBK. Ada sebuah komunitas di situ yang memprovokasi ke teman-temannya 'musuh kita itu polisi'," terang Fadil.

"Itu contoh bagaimana ujaran kebencian disebar di media sosial," sambung Fadil.

(**)