BPN Enggan Terbitkan Sertifikat Tanpa Alasan Jelas

BPN Enggan Terbitkan Sertifikat Tanpa Alasan Jelas
 (*)
 09 Maret 2018 07:46:42 wib
Share :
Kabar7, Bogor - Pejabat kantor perwakilan Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bogor, diduga "enggan" menandatangani serta menerbitkan sertifikat tanpa memberikan alasan yang jelas.

Penerima kuasa dari pemilik tanah Manumpa Hutagalung, Freddy menyatakan bahwa dirinya menerima kuasa terkait tanah di Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sertifikat 905 Pondok Rajeg atas nama Manumpa Hutagalung.

"Permasalahannya udah hampir dua tahun, proses penerbitan sertifikat tanah tersebut atau pengganti saja udah kayak gini. Sampai saat ini belum bisa dirilis," kata Freddy di Cibinong, Rabu (7/3/2017).

Freddy menjelaskan, padahal semua persyaratan administrasi sejak Agustus 2016 sampai dengan sumpah sudah dilakukan pada Agustus 2017.

"Sampai sekarang sertifikat belum bisa dicetak karena pejabat penandatanganan serifikat, Dian Taveri Iswarini, harga mati tidak mau tanda tangan," jelasnya.

Pihaknya tidak mengetahui alasan apa yang menghambat pihak Badan Pertanahan Nasional, Kabupaten Bogor, enggan menandatangani sertifikat tersebut. Menurut dia, ketika dikonfrimasi Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan, Dian Taveri Iswarini S.H, enggan memberikan alasan hukum atau apapun untuk menandatangani sertifikat tersebut.

Freddy menegaskan, bahwa tanah tersebut tidak termasuk dalam sengketa karena semua sudah terealisasi baik dari RT, RW, dan kelurahan.

"Kalau ada sengketa itu kan, berarti kita tidak dapat keterangan dari kepala desa, rukun tetangga, rukun warga. Dan kita tidak mungkin untuk proses, semua persyaratan admistratif untuk persyaratan penerbitan sertifikat sudah kami penuhi. Tidak ada alasan untuk tidak menerbitkan sertifikat," tegasnya.

(andreas/deva)