"Borobudur" Dalam Goresan Pelukis Indonesia-Tiongkok


  Candi Buddha Borobudur di Magelang (istimewa)
 02 Desember 2015 10:24:11 wib
Share :

Kabar7, Beijing - Candi Buddha "Borobudur" di Magelang, Jawa Tengah menjadi salah satu obyek lukisan perupa Indonesia dan Tiongkok, yang dipamerkan dalam pameran lukisan kontemporer bertajuk "Cuplikan Elok" di Museum Akademi Seni Rupa Pusat Tiongkok, di Beijing, Selasa (1/12/2015) hingga Rabu (2/2/2015).

Maestro lukis asal Indonesia Sidik W. Martowidjojo menampilkan dua lukisan dengan obyek Candi Borobudur masing-masing berjudul "Borobudur Sepanjang Masa" dan "Kehidupan" yang menampilkan "Borobudur" dan "Tembok Besar Tiongkok".

Enam lukisan karya Sidik, dibuat menggunakan tinta bak diatas kertas. "Borobudur" yang dibangun saat wangsa Syailendra tersebut, juga menjadi salah satu obyek perupa lukis Tiongkok Tang Yin, dengan judul "Pancaran Seni Borobudur", yang dibuat menggunakan cat minyak di atas kanvas.

Pameran lukisan kontemporer Indonesia dan Tiongkok bertajuk "Cuplikan Elok" di Akademi Seni Rupa Pusat Tiongkok, diselenggarakan dalam rangka memperingati 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok. Dalam pameran tersebut, Indonesia menampilkan 22 karya lukis dari 13 seniman lukis Indonesia.

Selain Sidik Martowidjojo, ditampilkan pula antara lain lukisan karya I Made Supena, I Wayan Sudarsana Yansen, Nasirun dan Ivan Sagita. Sedangkan Tiongkok menampilkan 30 karya lukis dari 31 perupa.

Rektor Akademi Seni Rupa Pusat Tiongkok Fan Dian mengatakan pameran lukisan bersama Indonesia dan Tiongkok, merupakan langkah baru untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama pertukaran kebudayaan antara kedua negara di masa datang.

"Bagi peluksi Tiongkok, Indonesia adalah negara dengan pemandangan alam yang sangat indah dan memiliki sejarah panjang. Keragaman budaya Indonesia dilukiskan sangat indah oleh pelukis Tiongkok," ucapnya.

Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo mengatakan hubungan diplomatik kedua negara tercatat 65 tahun, namun hubungan masyarakat kedua bangsa sudah berjalan sejak berabad-abad lalu.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkat pertukaran seni dan budaya kedua negara dan membuka jalan bagi masyaraat Tiongkok untuk lebih mengenal tradisi dan kebudayaan Indonesia, sehingga dengan pamahaman yang baik antarmasyarakat kedua bangsa, akan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara," tuturnya.

Dirjen Pusat Kerja Sama Internasional Tiongkok Ke Zhehuai mengatakan Indonesia dan Tiongkok merupakan dua negara besar, yang memiliki peran penting serta tanggung jawab untuk melestarikan, meningkatkan kebudayaan Asia dan mensejahterakan kebudayaan dunia.

"Indonesia dan Tiongkok, merupakan dua negara besar di Asia yang memiliki sejarah kebudayaan yang panjang, di mana pertukaran kebudayaan menduduki posisi dan peran penting dalam sejarah hubungan kedua negara," ujarnya.

Zhehuai menambahkan,"selain bangga akan keunggulan masing-masing negara, kita juga menyadari tanggung jawab bersama dalam membangkitkan budaya Asia, dan mensejahterakan budaya dunia,".

Sementara itu, Sidik W. Martowidjojo mengatakan pameran lukisan bersama antara perupa Indonesia dan Tiongkok, menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok bisa dijalin lebih baik tidak saja melalui hubungan politik, ekonomi tetapi juga sosial budaya, termasuk seni rupa.

"Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah hubungan yang panjang, dan akan terus berlanjut selama dunia ini mash ada. Itu tergambar dari lukisan saya bertajuk 'Kehidupan', yang menampilkan 'Borobudur' dan 'Tembok Besar Tiongkok' dalam satu kertas," ungkapnya.

"Borobudur" dan "Tembok Besar Tiongkok" menandakan Indonesia dan Tiongkok, adalah dua negara besar, dengan perabadan tinggi dan sangat mungkin untuk membangun abad Asia bersama di masa datang, tutur Sidik.

Pameran lukisan bersama Indonesia-Tiongkok yang baru kali pertama diselenggarakan tersebut diselenggarakan Kedutaan Besar RI di Beijing, Akademi Seni Rupa Pusat Tiongkok, Pusat Kerja Sama Internasional Tiongkok, Indonesia-China Art Association.

Pembukaan pameran ditandaii dengan penyerahan lukisan "Borobudur Sepanjang Masa" karya Sidik Martowidjojo, bagi Akademi Seni Rupa Pusat Tiongkok, oleh Duta Besar Soegeng Rahardjo.(nogi/ant)