Bom Bunuh Diri Bukan Jihad

Bom Bunuh Diri Bukan Jihad
 (istimewa)
 14 Mei 2018 13:16:09 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Banyak ajaran Islam disalah pahami. Kelompok khawarij atau kelompok yang keluar dari Islam tetapi mengaku Islam itu kini berkembang di indonesia.

Banyak anggota masyarakat tidak yang paham. Ditambah memang karena penampilannya lebih Islam dari pada umat Islam yang menjadi murid-murid Wali Songo. Model NU.

Maka, ormas lain ikut nimbrung. Bahkan tanpa malu malu, banyak Partai Politik (Parpol) beramai-ramai akan mengadopsi dan mengundang atau melamar, agar eks PKI Arab atau HTI yang divonis sebagai pengkianat ini.

Alasan klasiknya mudah dibaca. HAM. Hahaha... Padahal sesungguhnya alasannya adalah syahwat kekuasaan belaka. Mereka (Parpol genit) itu membutuhkan anggota Orpol pengkianat bangsa eks PKI Arab atau HTI itu untuk menggelembungkan suara mereka di pemilihan umum.

Ini sungguh memprihatinkan dan mengenaskan. Moralitas sebagai vatsun politik dan perjuangan hilang. Partai yang berteriak, bertujuan untuk menyehatkan demokrasi dalam berbangsa dan bernegara negara. Ternyata malah menyimpan kebusukan pengkianat bangsa yang jelas eks PKI Arab atau HTI. Siapa sebenarnya HTI?

Lembaga yang artinya tentara pembebasan atau tentara pembersih ini adalah anak kandung Wahabi hasil perkawinan dengan Ikhwanul muslimin. Pasca reformasi masuk ke Indonesia diterima melalui Habib Husein Al Habsi (maaf buta) yang memimpin pengeboman Candi Borobudur.

Kemudian, disulap menjadi gerakan. Untuk partai diramu menjadi PK. Sebelum menjadi PKS. Kini PBB yang bangkit dari Masyumi yang dibubarkan oleh proklamator Bung Karno, Masyumi juga ikut melamar PKI Arab/HTI.

Karena Yusril dan partainya kesulitan kader. Bahkan PAN yang berbasis Islam demokrat, oleh 'syahwat ' politik diarahkan kesabaran juga.

Partai reformasi ini dibawa menjadi partai radikal dan anti Pancasila, dengan tidak malu malu, Amin Rais tidak dapat menyembunyikan keinginan untuk merangkul pengkianat bangsa eks PKI Arab atau HTI ini. Menyedihkan bukan?!

Mereka eks PKI Arab/HTI Mengusung perjuangan dengan jalan bom dan teror. Bukan pedang lagi. Memotivasi orang untuk bunuh diri. Bahkan ada ustad HTI dan Wahabi yang jelas-jelas meminta agar umat Islam yang sudah keluar dari Islam itu, untuk menjadi teroris.

Khawarij atau hiruk diartikan keluar. Khawarij ini adalah bangsa Arab badui, yang tidak berfungsi ke Sayidina Usman atau Sayidina Ali. Dialah pembunuh Sayidina Usman dan Sayidina Ali.

Sayidina Ali dibunuh bangsa Arab Badui yang ngaku habib, dengan jidat gosong. Janggud semrawut bernama Ibnu Muljam. Jadi, pembunuhan kelompok khawarij, wahabi dan PKI Arab/HTI ini sudah jamak terjadi.

Sebelum ada teror bom, juga ada anggota polisi yang dibunuh ketika sholat di masjid. Mengulang pembunuhan zaman purba. Padahal, membunuh lawan apalagi saudara sendiri iman itu haram. Tetapi, kenapa eks PKI Arab/HTI tega membunuh sesama Islam?

Karena dia sudah keluar buruk dari Islam hanya berkerudung pulang Islam ssja, sejatinya mereka musuh Islam.

Allah Berfirman; "Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian." (QS. An-Nisaa': 29).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; "Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat/cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun bunuh diri tanpa sengaja maka hal itu diberikan udzur dan pelakunya tidak berdosa berdasarkan firman Allah 'azza wa jalla (yang artinya), "Dan tidak ada dosa bagi kalian karena melakukan kesalahan yang tidak kalian sengaja akan tetapi (yang berdosa adalah) yang kalian sengaja dari hati kalian." (QS. Al-Ahzab: 5).

Dengan demikian aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh sebagian orang dengan mengatasnamakan jihad adalah sebuah penyimpangan (baca: pelanggaran syari'at).

Apalagi dengan aksi itu menyebabkan terbunuhnya kaum Muslimin atau orang kafir yang dilindungi oleh pemerintah Muslimin tanpa alasan yang dibenarkan syari'at.

Allah berfirman (yang artinya), "Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar." (QS. Al-Israa': 33).

"Perang kecil. Jika kita siap perangnya batal. Jika cuma cerewet di WhatsApp Grup. Perang beneran. Maka ajak RT, RW. Kita jaga kampung sendiri kita jaga rumah sendiri sendiri. Karena diajak gabung ke PGN pada gengsi. Sebelum bom meledak ke rumah mu," pungkas pimpinan Pesantren Abdurahman Wahid Sokotunggal, Cah Angon bawa Ketapel.(andreas)