Bingung dengan Kasusnya, Direksi PT Avetama Buat Terobosan

Bingung dengan Kasusnya, Direksi PT Avetama Buat Terobosan
 (dok. kb7)
 25 Juni 2018 17:38:08 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Direksi PT Avetama pada 2013, melaporkan kasus penipuan dan penggelapan ke Polda Metro Jaya. Laporan ini lalu tercatat dalam Tanda Bukti Laporan: TBL/4028/XI/2013/PMJ/DitReskrimum,15 Nopember 2013.

Untuk diketahui, kasus tersebut terkait kerjasama pengelolaan penambangan pasir besi di Desa Adipala, Buton Cilacap, Jawa Tengah. Kerjasama ini meliputi PT Avetama dengan Direktur Utama PT Putra Garuda Mas, Virga Raya Damanik, dan Direktur, Doni Mansen Aritonang.

"Ijin semua sudah lengkap, kata ibu notaris sudah bisa dan punya izin dan lahan," kata Direksi PT Avetama, Lukas Budi Andrianto di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Dalam perjanjian tertulis, lanjutnya, terlapor yaitu dua petinggi PT Putra Garuda Mas, memiliki lahan. Namun lahan itu tidak sesuai dalam kontrak yang dibuat di notaris Maharani.

Pihak kepolisian sempat menahan terlapor usai diperiksa. Tapi dilepaskan kembali. Hal ini lantas membuat Lukas bingung, terlebih kasus ini tak kunjung tuntas dari 2013 sampai saat ini.

"Saya binggung, terlapor sudah ditahan kenapa dilepas lagi. Memang itu hak penyidik namun tidak ada penjelasan lanjut," kata Lukas.

Kuasa hukumnya, Hendrik Sinaga menambahkan, klainnya sampai saat ini tidak menerima Surat  Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), sehingga tidak tahu status kasusnya.

"Kami tim pengacara penganti dan sudah kami tanyakan status kasus pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, namun mereka mengatakan bahwa ada nomor SPDP B/663/1/2016/DATRO/14  Januari 2016 dan mereka telah memberikan petunjuk P-19 kepada penyidik unit 1 subdit renakta," kata Hendrik.

Ke depan, Hendrik akan mengagendakan terobosan untuk menuntut keadilan dan kepastian hukum agar status kasus klainnya jelas.

Sementara Kasipenkum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nirwan Nawawi menyampaikan ia belum bisa berkomentar.

"Terkait kasus ini karena belum dapat data dan fakta," jelasnya.

(wem)


Berita Terkait