Biadab Ungkapan Ditujukan Teroris

Biadab Ungkapan Ditujukan Teroris
 (istimewa)
 14 Mei 2018 12:28:37 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Ketua DPP Forum Keadilan dan Hak Asasi Umat Beragama (Forkhagama) KH Nuril Arifin Husein menegaskan bahwa tragedi yang menimpa rumah ibadah di tiga lokasi yang berbeda pada Minggu pagi (13/5), suatu tindakan tercela dan tidak berprikemanusiaan beradab.

"Biadab. Sungguh biadab. Keterlaluan yang menembus ambang batas nalar. Adalah ungkapan kata yang tepat ditujukan kepada para teroris," tegasnya kepada Kabar7 di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Menurut dia, para teroris sudah meninggalkan nilai kemanusiaan. Jiwa kehewanannya menyeruak menembus batas pergaulan antara manusia.

"Mereka sungguh tidak layak lagi dilabelisasi orang yang beragama. Mereka ini PKI Arab yang jauh lebih sadis dan biadab dibanding PKI asal Sovyet dan Cina," ujarnya.

Setelah peristiwa Mako Brimob, kata dia, kini muncul tragedi berdarah lagi di Ngagel Surabaya. Bom meledak di Gereja Katholik Bunda Tak Tercela. Jatuh korban atau tidak, bukan ukurannya.

"Tetapi titik pangkalnya pada usungan perang yang dicoba disulut. Melalui teror yang menakutkan dan membingkai keberanian umat. Biasanya, juga diarahkan agar lahir sentimen keagamaan," jelas Gus Nuril--sapaan akrabnya.

Gus Nuril menjelaskan bahwa pada zaman Rasulullah SAW, Nabi Muhammad melarang pengrusakan tempat ibadah. Padahal, dalam masa peperangan.

Maka, menurutnya, peledakan bom kali ini harus disikapi serius. Apalagi bom tersebut meminta korban jiwa.

"Saya secara pribadi dan sebagai Ketua DPP Forkhagama merasa terluka dan prihatin. Sebagai anggota Dewan Khos pendekar Pagar Nusa dan Pembina Patriot Garuda Nusantara (PGN). Kami mohon maaf dan ikut berbelasungkawa atas jatuhnya korban yang tidak bersalah," ucapnya.

Pihaknya memohon, pihak berwajib turun tangan.

"Kami juga, siap terjun ke lapangan membentuk team investigasi. Jika diperlukan pihak kepolisian dan TNI, kami siap siaga sepenuhnya," cetusnya.(andreas)