BERBAGAI TANGGAPAN SOAL AKSI 313

BERBAGAI TANGGAPAN SOAL AKSI 313
 (dok. kb7)
 30 Maret 2017 11:48:20 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Beberapa organisasi massa akan melakukan aksi unjuk rasa di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (31/3/2017). Tuntutannya, memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo melalui Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo mengatakan tidak mempermasalahkan aksi bila dijalankan sesuai aturan.

"Pada dasarnya Presiden menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat," ujar Johan Budi lewat pesan singkat, Kamis (30/3/2017) pagi.

"Yang penting aksi itu dilakukan sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku," lanjutnya.

Untuk diketahui, aksi itu digagas oleh Forum Umat Islam (FUI) dengan tema 313. Rencananya aksi akan digelar pasca sholat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta dengan berjalan kaki ke Istana.

Pihak Polda Metro Jaya memprediksi, peserta aksi akan mencapai 50.000 orang. Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Meski demikian, Argo menghimbau agar peserta aksi baiknya tak turun ke jalan. Sebab, pelaksanaan unjuk rasa dapat mengganggu aktivitas warga atau ketertiban umum.

"Kalau dilaksanakan sembahyang di Masjid, boleh ga? Ya boleh. Yang tidak boleh itu turun ke jalan. Kalau turun ke jalan berarti mengganggu ketertiban​ umum," kata Argo.

Ia juga meminta agar warga dari luar Jakarta yang ingin mengikuti aksi berpikir ulang sebelum datang ke Ibu Kota. Apalagi dengan alasan peserta aksi dari luar kota ingin mengikuti shalat Jumat di Masjid Istiqlal.

"Intinya enggak usah ke Jakarta, di daerah masing masing kalau mau sembahyang ada masjid di sana," pinta Argo.

Lain halnya dengan pihak kepolisian, anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Novel Bamukmin yang akan turun dalam aksi 313 besok mengklaim, peserta aksi diperkirakan menembus sebanyak empat juta orang.

"Mudah-mudahan sampai empat juta. Kita aksi super damai, menegakkan keadilan," katanya kepada Republika kemarin.

Novel menyampaikan agar pihak pemerintah nantinya dapat menanggapi tuntutan aksi 313 ini dengan serius.

Di samping itu, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakkir menyampaikan tak khawatir dengan aksi besok. karena ia menilai unjuk rasa itu terkesana pragmatis.

"Saya tidak khawatir, karena ini bukan tujuan-tujuan ideologois tetapi pragmatis. Setelah 212, ada isu makar kemudian mengecil. Jadi kelompok-kelompok ini tidak sungguh serius juga," pungkas Amin.

(hd/dbs)