Bekas Sekretaris Umum BKKBN di Periksa Kejagung

Bekas Sekretaris Umum BKKBN di Periksa Kejagung
 Gedung Kejaksaan Agung (dok. kabar7)
 03 Oktober 2017 09:58:18 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Kejaksaan Agung (Keagung) terus melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014-2015 di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejagung M Rum, menyapaikan pihaknya telah memeriksa seorang saksi yakni mantan Sekretaris Utama BKKBN, Ambar Rahayu. Yang bersangkutan memenuhi panggilan penyidik dan dilakukan pemeriksaan pada Senin (2/10/2017) kemarin.

"Pemeriksaan pada pokoknya menerangkan mengenai lelang pengadaan Susuk KB II Batang/ Implant Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2015 di BKKBN RI," kata Rum di Kantornya, Selasa (3/10/2017).

Perhitungan sementara kerugian negara atas kasus ini diperkirakan senilai Rp. 27.940.161.935,40. Sedangkan dalam upaya mengungkap kasus, penyidik kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 24 orang.

Adapun tersangkan yang telah ditetapkan kejaksaan yakni sebanyak empat orang. Mereka ialah “YW” (Direktur Utama PT. Triyasa Nagamas Farma), “LW” (Direktur PT. Djaja Bima Agung), “KT” (Kasi Penyediaan Sarana Program/ mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN) dan “SCS” (Kepala BKKBN Pusat).

Kasus ini berawal saat satuan kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp. 191.340.325.000. Dana ini bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam satu kendali yakni, PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang sehingga, harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi.

(hdi)