Bakamla Bahas Percepatan Wujud Ekonomi Maritim

Bakamla Bahas Percepatan Wujud Ekonomi Maritim
 (Dok. Puspen)
 17 April 2018 17:06:37 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Badan Keamanan Laut RI membahas percepatan perwujudan ekonomi maritim Indonesia dalam kegiatan diskusi kelompok terarah. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Intensif Agromaritim Indonesia (I AM Indonesia), bertempat di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl Proklamasi No 56, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Kasubbag Humas Bakamla RI Mayor Marinir Mardiono menjelaskan, bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk merefleksikan dan memetakan percepatan pembangunan ekonomi maritim, menentukan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan.

"Peluang usaha dan investasi maritim Indonesia, serta merumuskan peran pihak terkait guna mempercepat visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," jelasnya.

Secara umum, kata dia, tujuan dari pelaksanaan "Diskusi Kelompok Terarah" untuk merumuskan rekomendasi kebijakan dan saran tindakan dalam mempercepat pembangunan maritim yang efisien dan tangguh terkait tiga aspek penting yakni perencanaan, kebijakan dan penerapan program ekonomi maritim.

"Peningkatan peran masyarakat dalam mewujudkan negara maritim, serta peluang dan inisiatif bagi masyarakat dalam usaha ekonomi maritim," kata Kasubbag Humas Bakamla RI.

Untuk diketahui, diskusi tersebut dibuka oleh Sestama Bakamla RI Marsekal Muda TNI Widiantoro dan turut mengundang narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang akan mengupas topik pembahasan dengan tajuk "Tata Kelola Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Indonesia untuk Memenuhi Kebutuhan dalam Negeri dan Meningkatkan Daya Saing di Pasar Global".

Narasumber dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI juga turut dihadirkan, dan membahas topik "Perlindungan Lingkungan dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Suber Daya Maritim". Selain itu, narasumber dari Kamar Dagang dan Industri menyampaikan topik dengan tajuk "Peluang Pengembangan dan Meningkatkan Daya Saing dan Bisnis Pelaku Usaha Maritim Indonesia".

Narasumber dari I AM Indonesia sendiri menyampaikan topik "Pengelolaan Sumber Daya Maritim Indonesia Berbasis Masyarakat". Selain itu, pembahasan mengenai "Peningkatan Pendapatan Maritim dan Multipier Effect", disampaikan oleh narasumber dari Economy Social Investment Research Institut (Esiri).

Kegiatan diskusi dan tanya jawab dipandu moderator Muh Karim yang sehari-harinya bertugas sebagai Dosen Universitas Trilogi Indonesia. Kegiatan ini turut dihadiri undangan dari perwakilan stakeholder Bakamla RI, seperti Kementrian Keuangan RI, Kementrian Perindustrian RI, dan Kementrian Perhubungan RI.

Selain itu, turut hadir perwakilan dari Komisi IV DPR RI, perwakilan akademisi, dan pelaku usaha sektor perikanan dan kelautan.

(andreas)