Australia akan Larang Pedofil ke Luar Negeri

Australia akan Larang Pedofil ke Luar Negeri
 ilustrasi (istimewa)
 13 Desember 2017 12:26:12 wib
Share :

Kabar7, Canberra - Pemerintah Australia akan mencegah pedofil yang telah dihukum, berpergian ke luar negeri. Ataurannya kini sedang dirancang.

Langkah tersebut ditempuh guna menghindari kejahatan seksual terhadap anak yang bisa saja kembali dilakukan pelaku di nagara lain.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, mengatakan palaku pedofil yang telah terdata hanya boleh ke luar negeri kalau mendapat izin dari lembaga penegak hukum. Agar tidak kecolongan, pemerintah tarik paspor para pedofil.

"Saat ini, sudah ada 20.000 pelaku pelecehan terhadap anak yang menjalani hukuman. Mereka diberikan kewajiban lapor," katanya, dikutip dari Kompas yang melansir dari AFP, Rabu (13/12/2017).

"Sudah terlalu lama, para predator itu telah berpergian ke luar negeri tanpa terdeteksi, termasuk ke negara dengan hukum yang lemah. Berarti mereka berpeluang untuk melakukan kejahatan serupa," tambahnya.

Tahun lalu, 800 pelaku kejahatan seksual meninggalkan Australia menuju ke negara-negara berkembang di Asia, dan diperkirakan 40 persen di antaranya melakukan kejahatan lagi tanpa diketahui polisi.

"Kejahatan ini akan berhenti sekarang," ujar Bishop.

Kebijakan ini juga menyusul terjadinya eksploitasi anak di luar negeri, termasuk kasus Robert Ellis dari Australia yang dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap 11 gadis asal Indonesia di Bali.

Tindakan keras tersebut mendapat perhatian mengenai peran teknologi untuk mengatasi kasus pedofilia. Pemerintah Australia juga mengusulkan hukuman yang lebih berat bagi pelecehan seksual di sosial media.

Pemerintah akan mengenakan denda yang lebih besar bagi penyedia layanan internet, jika tidak melaporkan keberadaan materi tersebut kepada polisi.

Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan menyatakan tindakan keras tersebut merupakan yang terberat bagi pedofil selama ini.

Hal itu akan menjadikan Australia sebagai pemimpin dunia dalam melindungi anak-anak yang rentan di luar negeri dari "wisata seks anak".

(**)