Atiek: MPB Berjuang Mengurai Masalah Kesehatan untuk Masyarakat Miskin

Atiek: MPB Berjuang Mengurai Masalah Kesehatan untuk Masyarakat Miskin
 (Dok. Kabar7)
 03 Mei 2018 18:44:48 wib
Share :

Kabar7, Bogor - Ketua Markas Pejuang Bogor (MPB) Atiek Yulis Setyowati mengatakan bahwa pihaknya menilai peliknya permasalahan penanganan yang sering dihadapi relawan kesehatan khususnya di wilayah Kabupaten Bogor, menginisiasi MPB mengurai permasalahan yang terjadi, salah satunya jika masyarakat miskin ketika butuh jaminan kesehatan. Namun harus membayar tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mandiri yang termasuk mahal.

"Informasi yang didapat oleh MPB dari BPJS bahwa peserta BPJS mandiri warga maskin (masyarakat miskin,red.) yang menunggak, bisa langsung diajukan menjadi PBI (penerima bantuan iuran) tanpa harus melunasi terlebih dahulu. Dengan catatan membuat pernyataan pengakuan hutangnya yang tertunggak ke kantor BPJS dan apabila suatu hari peserta tersebut berubah ekonominya, menjadi kaya dan menjadi mandiri maka hutang-hutangnya tersebut akan muncul dan harus dilunasi," jelasnya kepada wartawan di Bogor, Kamis (3/5/2018).

Dia mengungkapkan, ketentuan yang dijelaskan tersebut sesuai addendum antara perjanjian kerja sama (PKS), BPJS dan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, pihaknya perlu menindaklanjuti terkait ketentuan tersebut ke dinas sosial.

"Ternyata ketentuan ini sudah diberlakukan sejak bulan Oktober 2017, sesuai dengan addendum diPKS antara BPJS dan dinkes. MPB masih perlu konfirmasi ke dinsos, apakah dinsos sudah mengetahui hal ini atau belum. Karena akan berhubungan dengan dinsos mengenai pengurusan rekomendasinya, sebelum dibawa ke dinkes dan BPJS," ungkap Atiek.

Pihaknya berharap, agar semua pihak tergerak untuk memperjuangkan serta mengawal program-program pemerintah pusat maupun daerah yang bertujuan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan lainnya.

"Mari kita perjuangkan, mari kita kawal bersama agar program pemerintah yang menjamin kesehatan masyarakatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang kurang beruntung. Khususnya di Kabupaten Bogor," pungkasnya.

(deva)