Aspal Dari Sampah Plastik Akan Diajukan ke PUPR

Aspal Dari Sampah Plastik Akan Diajukan ke PUPR
 ilustrasi (istimewa)
 14 September 2017 11:35:59 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - Pemerintah akan daur ulang sampah plastik menjadi bahan aspal jalan. Ini merupakan pengembangan potensi sampah plastik menjadi inovasi berinilai tambah.

Diterangkan Menteri Koordiator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, bahan aspal dari sampah plastik ini sudah diuji coba di Bali. Ternyata sampah plastik dapat memperkuat aspal hingga 40 persen, serta dapat menghemat biaya.

"Kita sudah testing, ada pilot project di Denpasar itu kita bikin 5-7 meter, dan itu memberikan kekuatan pasa aspal 40 persen, cost-nya lebih rendah," ungkap Luhut di kantornya, di Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Setelah Bali, pemerintah akan menerapkan uji coba serupa di Bekasi pada 16 September 2017. Jika uji coba ini kembali berhasil, nantinya aspal berbahan sampah plastik ini akan diuji coba ke berbagai daerah.

Tak hanya dua daerah itu saja, Luhut juga akan mengajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar pembuatan jalan diseluruh Indonesia nantinya menggunakan aspal berbahan sampah plastik.

"Minggu depan kami akan coba lagi di Bekasi. Kalau itu sukses, kami dengan Menteri PUPR berjanji tahun depan semua jalan di daerah akan kita pakai itu," kata Luhut.

Disebutkan olehnya, untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan aspal bukan menggunakan mesin buatan asing, melainkan bautan dalam negeri yang harganya relatif murah yakni Rp 10 juta.

"Mesinnya itu buatan dalam negeri semua, harganya Rp 10 juta. Kalau daerah punya itu akan bagus, tinggal bagaimana kita kumpulkan plastik itu," tuturnya, dikutip dari Tribunnews.

(**)