Adira Finance Gandeng DsP Selesaikan Kredit Macet

Adira Finance Gandeng DsP Selesaikan Kredit Macet
 Dok. Kabar7
 24 Februari 2019 15:53:16 wib
Share :

Kabar7, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance atau Adira Finance "menggandeng" Law Office Dewang Sanjaya & Partners (DsP) untuk menyelesaikan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) pada perusahan pembiayaan tersebut.

Adapun PT Adira Dinamika Multi Finance  adalah perusahaan pembiayaan terbesar untuk pembiayaan berbagai merek kendaraan roda dua dan empat di Indonesia.

"Bahwa dengan adanya kerja sama antara Adira Finance dengan DsP maka penyelesaian NPL akan elegan dan sudah tentu meninggalkan cara-cara yang lama. Diyakini berujung manis yaitu dapat menyadarkan seseorang agar punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah sebelum ada masalah baru," kata Managing Partner DsP Dewang Purnama kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/2/2019).

Dewang menjelaskan bahwa begitu banyak lembaga-lembaga perlindungan konsumen atau oknum ormas yang melindungi konsumen saat ini, yang sama sekali tidak ada kompeten hanya melindungi dari segi kepentingan utang piutangnya debitor tanpa mendalami motif dibalik seseorang tersebut tidak membayar utang, padahal banyak pula debitor-debitor "nakal" yang sengaja memanfaatkan adanya UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta berlindung di balik undang-undang tersebut guna melancarkan kepentingan "nakal" yang sudah direncanakan.

"Padahal secara hukum tidak akan pernah ada utang lunas dengan sendirinya hanya ada beberapa ketentuan utang tersebut tidak dalam ditagih pada saat kewajiban utang-piutang sudah lunas sesuai prestasi yang diperjanjikan ataupun barang yang menjadi obyek jaminan dalam keadaan force majure atau musnah karena adanya bencana alam, adapun terkait kesalahan daripada prosedur eksekusi jaminan fidusia tidak pernah dapat menjadikan kewajiban debitor kepada kreditor gugur melainkan debitor tetap masih memiliki kewajibannya yang mutlak dalam menyelesaikan pembayaran utang kepada kreditor sembari permasalahan kesalahan prosedural juga wajib dilakukan penegakkan hukumnya," sebut Dewang.

Dikatakannya, dengan adanya gebrakan yang baru yakni pendekatan non litigasi kepada subjek hukum atau debitor dengan melayangkan somasi sebanyak dua kali, diduga debitor telah melanggar pasal 35 dan pasal 36 Undang-Undang Jaminan Fidusia nomor 42 tahun 1999 yaitu menghilangkan objek atau menggelapkan objek jaminan fidusia.

Dewang menambahkan, apabila nasabah tidak mengindahkan somasi satu dan dua. Maka pihaknya akan membuat laporan polisi dan mengajukan gugatan wanprestasi bahkan mengajukan pailit.

Sementara itu, Kepala Staff Recovery Adira Finance, Iwan mengatakan untuk perkembangan sekarang di dalam pembiayaan banyak konsumen yang bermasalah.

"Khusus nasabah Adira, kita membuat pendekatan secara hukum, sehingga kami mengandeng DsP Law Office. Kita perlu mengedukasi nasabah soal hukum jaminan fidusia," katanya.

(andreas/deva)