19 Tahun Reformasi Lahirkan Kesenjangan dan Saling Menista

19 Tahun Reformasi Lahirkan Kesenjangan dan Saling Menista
 (*)
 11 Oktober 2017 21:44:55 wib
Share :

Kabar7, Bandung - Demokrasi Pancasila harusnya melahirkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Indonesia. Tapi kenyataannya selama 19 tahun reformasi justru melahirkan kesenjangan dan masyarakat saling menista.

"Bahkan dalam dua minggu, enam kepala daerah terjerat OTT KPK," demikian Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan hal tersebut di depan mahasiswa Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat (Jabar) dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/10/2017).

Memandang kondisi tersebut, Zulkifli meminta anak muda untuk peduli terhadap dinamika politik saat ini. Terlebih lagi untuk mahasiswa yang paham dan mampu mengamalkan Pancasila diperlukan untuk memahamkan masyarakat.

"Selama ini mahasiswa berperan penting dalam perubahan pada tahun 1908, 1928, 1945, dan 1998. Sejarah sudah buktikan peran menentukan gerakan anak muda," ucapnya.

Zulkifli menuturkan peran mahasiswa diperlukan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Aksi ini perlu dilalukan guna mencegah politik uang ketika pemilihan umum dilaksanakan.

"Mahasiswa harus terjun ke masyarakat, berikan edukasi dan bicara dari hati ke hati untuk menolak politik uang. Jangan pilih yang bayar tapi pilih yang jujur," jelas Zulkifli dikutip dari Detik.

Masyarakat perlu dididik agar mereka paham tentang politik. Jangan sampai ketika pemilihan umun berlangasung, masyarakat justru memilih calon yang memberikan sesuatu kepada mereka. Bukan karena dilihat dari programnya.

"Janganlah berutang budi karena ada orang yang kasih sembako. Memilih sebaiknya karena keyakinan yang anda pilih itu bagus," pungkasnya.

(**)