17 Calhaj Alami Gangguan Psikiatri

17 Calhaj Alami Gangguan Psikiatri
 Ilustrasi (istimewa)
 29 Juli 2018 10:56:12 wib
Share :

Kabar7, Mekkah - Sejumlah calon haji Indonesia mulai mengalami gangguan kesehatan, termasuk gangguan psikiatri. Sebanyak 17 calon haji Indonesia mengalami gangguan psikiatri dan kini ditangani oleh petugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi.

Psikiater KKHI di Madinah, Miftakhul Huda, yang dikutip Media Center Haji di Mekkah, Minggu (29/7/2018), mengatakan dari sejumlah pasien itu tujuh pasien telah kembali ke pondokan dan empat lainnya dievakuasi ke Mekkah. Sedangkan enam pasien lainnya masih dirawat di KKHI Madinah.

Adapun jenis kelamin yang paling banyak dirawat, kata Huda, adalah laki laki. Klinik di Madinah itu sendiri dibuka tanggal 17 Juli 2018.

Psikiatri adalah bidang medis yang mengkhususkan diri pada kesehatan mental, mulai dari diagnosis, pengobatan dan pencegahan. Psikiatri berbeda dengan psikologi.

Psikologi adalah bidang nonmedis yang mempelajari perilaku dan perasaan seseorang, mulai dari pola pikir, aksi, reaksi dan juga interaksi.

Huda mengatakan pasien psikiatri calhaj yang ada di KKHI Madinah sebagian besar berumur di atas 60 tahun.

Menurut dia, lansia tidak mudah beradaptasi dan belajar hal-hal baru. Terlebih di Arab Saudi memiliki banyak aspek yang berbeda dengan di Indonesia, seperti cuaca dan budaya.

"Kita tidak dapat mengatakan pasien itu dimensia sebelum diperiksa. Bisa saja dia ke sini karena gangguan adaptasi atau sindrom benturan budaya, ada perbedaan antara kondisi di Indonesia dengan kondisi di sini. Mereka ke sini bertemu dengan kebiasaan dan budaya yang berbeda," katanya.

Dia mencontohkan beberapa kondisi yang memerlukan adaptasi dalam waktu cepat, misalnya penggunaan toilet, bentuk hotel dan kamar hotel yang sama.

"Ada yang sulit mengenali, susah mengingat pintu-pintu yang sama. Apalagi mengingat pintu keluar di masjid nomor berapa. Mereka seringkali lupa dan bingung," kata dia.

Huda mengimbau calhaj ketika sampai di Tanah Suci untuk tenang.

"Tidak usah khawatir, yang penting jangan terpisah dari rombongan. Kalau ada masalah kesehatan di sini bisa tanya petugas karena kami ada di sekitar Nabawi," kata dia.

Dia mengatakan orang tua rentan terhadap perubahan situasi, baik perubahan eksternal seperti perubahan lingkungan maupun perubahan internal, seperti perubahan situasi dalam tubuh, misalkan kekurangan cairan.

Kerentanan, kata dia, akan semakin tinggi bagi jamaah yang memiliki penyakit yang menyertainya karena akan meningkatkan stres bagi jamaah tersebut. Suhu di Saudi yang bisa mencapai 53 derajat Celcius juga bisa memicu masalah psikis.

Kasus psikiatri calhaj di Saudi, kata dia, dipicu dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan jamaah haji mengalami perubahan tingkah laku.

Jika sudah mengalami gangguan psikiatri yang berat maka dapat dipastikan calhaj akan dibadalkan hajinya dan tidak bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.

(antara)