Warga Jalan Thongkang Senen Sadar Segera Pindah

 Warga Jalan Thongkang Senen Sadar Segera Pindah
 
 06 Desember 2013 11:42:25 wib
Share :

kabar7,Jakarta- Warga jalan Thonkang Dahlia Kramat Keluraha Senen Jakarta Pusat sadar rencananya akan dibongkar sekaligus di normalisasi fungsi jalan yang selama kumuh oleh rumah warga yang tinggal di sepanjang jalan yang penuh dengan bangunan harus di bongkar.

Dari 125 KK yang terdiri dari RT 010, 013, 08, 016, 015, dan RT 02 RW 01 Kelurahan Kramat sudah diberikan surat peringatan ke 2 (dua) oleh pihak Pemerintah Kecamatan Senen tertanggal 05 Desember 2013.

Sebelumnya warga sempat meminta penundaan pembongkaran yang ditanda tangani oleh para RT setempat, sekaligus meminta penempatan rumah susun. Alasan lain dengan pertimbangan anak sekolah mereka yang sulit untuk pindah dalam waktu singkat, apabila pembongkaran dilakukan.

Menurut Ketua RW 01 Kramat Nurjanman kepada kabar7.com mengakui, warga sudah diberikan sosialisasi maupun surat peringatan untuk tidak lagi menempati jalan tersebut. "Hari inipun sudah ada warga yang membongkar sendiri tempat tinggalnya, walaupun surat perintah bongkar belum dilayangkan 1x 24 jam,”kata Nurjaman. Kamis,(5-12-2013).

Di tambahkan Nurjaman, warga yang akan di bongkar hingga kini masih mengalami kesulitan terkait mencari kontrakan baru, berharap nantinya mereka dapat diberikan fasilitas kemudahan rusun oleh pemerintah Privinsi DKI Jakarta.

Lain halnya Lurah Kramat Leo Tantino saat dihubingi telepone selulernya mengatakan, kegiatan aktifitas pembongkaran menjadi kewenangan pemerintah tingkat kota, besok baru akan dilakukan rapat hari Jum" at 6 Desember 2013 di kantor Kecamatan Senen.

“Mengenai eksekusi Hari Senen tanggal 9 Desember 2013, bisa yah bisa tidak, masih menunggu, dari hasil rapat besok,”jelas Leo.

Ditempatterpisah Camat Senen Lola Lolita saat ditemui dikantornya menjelaskan, Kami sudah lakukan sosialisasi sudah lama dan bagi pemilik bangunan, mengenai turututan warga rumah rusun silahkan saja mengajukan pada Sudin Pwrumahan melalui pernohonan warga.

"Solusi mengenai keberatan warga pasca penetiban masalah anak bagi peserta didik, kami koordinasi dengan pihak dikdas Jalarta Pusat untuk memberikan kemudahan bagi siswa untuk pindah sekolah dengan tidak dipersulit." Kata Lola.

Penertiban normalisasi jalan tembus, menurut Lola bisa kondusif bila semua permasalahan dilakukan terintegrasi serta terpadu antar SKPD dalam mendukung keinginan warga yang sudah sadar untuk pindah.

“Semua pihak dalam rapat Dan penanganan sangat penting, termasuk PT.KAI dalam menata sisi dalam rel sepanjng jalan thonkang yang sudah kami sterilkan bagi peruntukan pengguna jalan,”pungkasnya. (nanorame)